Monday, July 19, 2010

Nama Bayi


Sedang sibuk mempersiapkan nama bayi? Ya, salah satu kewajiban orang tua terhadap buah hatinya adalah memberikan nama bayi yang baik. Dalam memberikan nama bayi Anda, tolok ukurnya tidak hanya sekedar indah, namun pastikan memiliki makna yang bagus.

Tidak jarang orang tua yang asal menggabungkan atau meniru nama untuk bayi yang dianggapnya indah, namun sesungguhnya tidak memiliki kandungan makna yang cukup berarti. Apalagi jika orentasinya hanya terdengar keren, sekedar ikut-ikutan, atau meniru bintang sinetron yang lagi terkenal.

Jika demikian yang terjadi, tentu saja kasihan nasib bayi yang tidak tahu menahu, dan tidak memiliki daya untuk menolak kemauan orang tuanya dalam memberikan nama. Meskipun Shakespeare berpendapat apalah arti sebuah nama, namun tetap saja nama sangatlah penting bagi setiap insan. Perlu diingat, nama bayi Anda tidak hanya sebagai identitas diri, namun nama juga berarti do'a. Harapan setiap orang tua terhadap bayinya.

Karenanya, tidak sedikit orang tua yang kebingungan dan sibuk menyiapkan nama untuk calon bayinya. Selama menimbang dan memilih pemberian nama untuk bayi, bisa jadi menyenangkan, namun tidak jarang yang membuat bingung. Meskipun banyak sekali yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam memberikan nama bayi, Wajar saja, karena nama ini akan melekat terus dalam hidup sang anak kelak, dan mempengaruhi kehidupannya.

Dalam proses memberikan nama bayi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Mengandung arti yang baik.
    Nama memiliki efek tersendiri dalam kehidupan sang anak, Jika orang tua asal pilih saja dalam memberikan nama, maka anak akan menjadi korban. Bisa jadi ia akan malu dan minder, jika nama yang melekat padanya memiliki arti yang tidak bagus. Pernah terjadi, karena ketidaktahuan orangtuanya yang menginginkan nama bayi menggunakan bahasa Arab, maka diberikanlah nama jahanam, yang tidak lain berarti neraka.
  2. Memiliki keserasian, enak didengar dan diucapkan
    Dengan keserasian ini, maka nama bayi akan mudah untuk dihafal maupun dilafalkan. Bayangkan saja jika kelak anak Anda akan susah mengurus raport, KTP, SIM, hanya karena kesalahan eja nama yang berulang-ulang terjadi.
  3. Menunjukkan jenis kelamin yang jelas
    Hal ini untuk mengurangi kesalahan dalam mengidentifikasijenis kelamin bayi di kemudian hari. Urusan akan menjadi repot, hanya gara-gara identifikasi yang kurang jelas dari nama.
  4. Anda menyukainya
    Tentu saja Anda harus menyukai nama yang Anda berikan untukanak anda. Mungkin banyak yang memberi saran untuk nama bayi Anda. Meski demikian, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menerima saran dari orang lain, jika Anda memang tidak menyukainya.
  5. Mengumpulkan list sebanyak-banyaknya nama bayi yang baik
    Cara ini akan memudahkan Anda untuk menentukan pilihan nama terbaik untuk bayi Anda. Anda bisa menentukan dulu makna atau harapan yang Anda inginkan terhadap bayi Anda, selanjutnya mencari padanan katanya dalam bahasa lain. Jika sudah mantap, Anda bisa memberikan nama bayi Anda dari pilihan terbaik.
Okay, selamat berburu, merangkai nama bayi Anda!!

Petunjuk Perkembangan Bayi


Jika kita amati, perkembangan bayi sungguh amat menakjubkan. Bayi berkembang sepanjang waktu, dari hari ke hari, bulan demi bulan. Tidak ada patokan khusus untuk mengukur tumbuh kembangnya, akan tetapi dapat kita lihat petunjuk secara umum dari beberapa bayi.

Pekembangan bayi berbeda satu dengan yang lain. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memonitor perkembangan bayinya. Berikut adalah hal yang mungkin bisa dilakukan bayi pada tiap usianya :

Perkembangan bayi usia 1 bulan
  • Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.
Perkembangan bayi usia 2 bulan
  • Dapat menatap
  • Dapat Senyum
  • Bersuara 'a', 'e', 'h'
Perkembangan bayi usia 3 bulan
  • Menggerakkan benda yang dipegangnya
  • Memandang gerakan benda dengan Bola mata sampai ke sudut matanya
Perkembangan bayi usia 4 bulan
  • Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulutnya
  • Tertawa dan bisa diajak untuk bercanda
  • Tengkurap
  • Memegang benda dengan berusaha meraih dari tangan kita
Perkembangan bayi usia 5 bulan
  • Menggulingkan badan
  • Menyentuh mainan dan memiliki keinginan untuk meraih benda - benda yang kita pegang
  • Membedakan suara
Perkembangan usia 6 bulan
  • Bertopang pada kedua tangan
  • Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya
  • Menoleh
Perkembangan bayi usia 7 bulan
  • Membalikkan badan
  • Bermain dengan tangan dan kaki
  • Mulai mengoceh
Perkembangan bayi usia 8 bulan
  • Belajar untuk duduk
  • Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain
  • Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin
Perkembangan bayi usia 9 bulan
  • Merayap
  • Dapat berdiri tegak bila dipegang
  • Main cilukba atau petak umpet
Perkembangan bayi usia 10 bulan
  • Berayun pada tangan dan lutut
  • Belajar berdiri sambil berpegangan
  • Menjepit benda dengan kedua jari tangan

Perkembangan bayi usia 11 bulan
  • Merangkak
  • Berjalan ke samping dengan rambatan
  • Berjalan bila kedua tangan dipegang

Perkembangan bayi usia 12 bulan
  • Berjalan sendiri
  • Bermain kejar - kejaran

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia tertentu, bayi Anda belum dapat melakukan seperti yang tertera di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter jika merasakan Perkembangan Anda terasa lambat.

Memilih Makanan Bayi


Berbicara tentang makanan bayi, hal penting yang harus diperhatikan adalah apakah makanan tersebut sudah cocok bagi bayi atau belum, dan mana yang terbaik. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ASI dinyatakan sudah cukup sebagai makanan tunggal bagi pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan. Cara ini dapat melindungi bayi dari risik terkena infeksi saluran pencernaan.

Nah, setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Pada usia ini, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI, yang biasa disebut MPASI. Perlu diketahui, usia 6 hingga 7 bulan adalah masa kritis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah.

Jangan sampai masa ini terlewati begitu saja, karena dikhawatirkan bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, dan lebih parah lagi menolak makan bila diberi makanan padat. Sedangkan pada bayi usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyahnya sudah semakin matang.

Beberapa saran dalam memberikan makanan padat pertama pada bayi :
  • Gunakan bahan makanan bayi yang bermutu tinggi, sehingga menjamin kualitas zat gizi yang baik.
  • Sebagai awal, berikan makanan bayi yang lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur buah (pisang, pepaya). Secara bertahap, makanan bayi dapat diberikan lebih kasar dan padat.
    Bayi yang telah berusia enam bulan bisa diberikan nasi tim dengan gizi yang lengkap. Pada usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi mulai bisa diberi makanan bayi yang hanya dicincang.
  • Sebaiknya diperkenalkan satu per satu jenis makanan pada bayi, hingga ia mengenalnya dengan baik.Tunggu paling tidak empat hari sebelum Anda memperkenalkan jenis makanan bayi lainnya.
    Selain bayi akan mengenal dan dapat menerima jenis makanan bayi yang baru, Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi.
  • Pada awalnya, bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan bayi. Bila ia telah semakin besar, Anda dapat memberikan porsi makan yang lebih banyak.
  • Urutan pemberian makanan pendamping ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, lalu sayuran. Daging, ikan dan telur sebaiknya diberikan setelah bayi berumur enam bulan. Bila bayi menunjukkan gejala alergi, telur sebaiknya diberikan setelah usianya satu tahun.
  • Jadwal waktu makan harus sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan lambungnya.

Berikut adalah bahan makanan yang sebaiknya dihindari sebagai makanan bayi:
  1. Bayi usia kurang dari 6 bulan
    • Gandum, barley, havermout dan produk olahannya (roti dan sereal) yang mengandung gluten
    • Telur
    • Kacang-kacangan dan biji-bijian
    • Ikan dan kerang-kerangan
    • Susu sapi segar atau susu formula dan produk olahan susu (seperti yogurt)
    • Jus buah yang rasanya asam, seperti jeruk lemon dan jeruk nipis.
    • Bumbu masak atau penambah cita rasa, seperti garam, gula, kecap, madu dan bahan pemanis lainnya
  2. Bayi usia 6-12 bulan
    • Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
    • Garam, gula, madu dan bahan pemanis lainnya
  3. Bayi usia lebih dari 12 bulan
    • Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
    • Makanan diet atau makanan yang rendah lemak
    • Garam dan gula digunakan seminimal mungkin

Perlu diketahui, pemberian makanan padat pada bayi hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan bayi yang utama masih ASI atau pengganti ASI.

Tips Merawat Bayi Dengan Benar


Membahas perawatan bayi memang gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang bagaimana perawatan bayi yang benar. Merawat bayi akan segera menjadi sikap alami. Namun ingat, cara Anda selalu berbeda dengan orang lain. Perawatan bayi adalah mencari cara yang paling cocok bagi Anda dan bayi Anda.

Perawatan bayi menyangkut banyak hal. Dimulai ketika mengangkat bayi, saat mengganti baju, memandikan, atau memberinya makan, peganglah dengan erat dan penuh percaya diri. Bicaralah secara perlahan dan lembut, sambil melakukan kotak mata.

Mengangkat bayi
Menggendong dan merangkul bayi akan membuatnya merasa aman dan dicintai. Mungkin tidak mudah pada awalnya, namun Anda akan semakin terbiasa dengan sering melakukannya.

  • Berdiri menghadap ke arahnya, susupkan satu tangan ke bawah kepala dan lehernya, dan tangan lain ke pantat.
  • Angkat perlahan dan lembut kearah dada, putar kepalanya kearah lekukan siku, lalu sangga tubuhnya dengan lengan Anda.
  • Saat meletakkannya, pegang kepala dan pantatnya. Tarik terlebih dahulu tangan dari pantat, kemudian tarik tangan yg dibawah kepala.


Menggendong bayi
Termasuk dalamtermasuk juga menggendong bayi. Bayi baru lahir belum dapat menegakkan kepalanya. Anda harus menyangganya agar tidak terkulai. Gunakan gendongan agar ia dekat dengan tubuh Anda, sementara tangan Anda bisa melakukan pekerjaan lain.

Memakaikan baju
Kebanyakan bayi tidak menyukai baju yang dimasukkan melalui kepala. Ada baiknya Anda membeli baju yang berkancing atau bertali depan atau samping.

Mengganti popok
Untuk menghindari ruam popok, gantilah sesegera mungkin ketika basah atau kotor.Perlu diketahui, perawatan bayi baru lahir perlu mengganti popok 10 hingga 12 kali sehari.

Perawatan bayi dari ujung kepala sampai ujung kaki
Dalam melakukan perawatan bayi baru lahir sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari. Diantara waktu mandi, bersihkan tubuh bayi dengan mengelapnya dari ujung kepala sampai kaki. Caranya, buka baju bayi sebentar, bersihkan bagian yang perlu, seperti wajah, tangan, dan bagian kemaluan. Jangan membersihkan bagian dalam hidung atau kuping, karena lender dan selaput keduanya dapat membersihkan sendiri. Usaplah bagian yang kotor dengan kapas basah.

Memandikan
Termasuk dalam perawatan bayi adalah memandikannya dengan benar :

  • Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi,
  • Isi air hangat ke bak mandi, periksa suhunya dengan sikut.
  • Buka baju, bungkus dengan handuk di pangkuan Anda. Usap matanya dengan kapas yang telah dibasahi dengan air matang dingin. Bersihkan daerah sekitar wajah dan mulut.
  • Keramasi rambutnya, pegang kepalanya di atas bak mandi. Keringkan. Lepaskan handuk, letakkan satu tangan di bawah pundaknya, dan tangan lain di pantat, lalu masukkan bayi secara perlahan ke bak mandi.
  • Tahan leher dan pundaknya, sabuni dan bilas dengan tangan Anda yang bebas. Pegang pantatnya dan angkat. Bungkus dengan handuk, tepuk-tepuk agar kering. Biarkan bayi terbungkus handuk saat Anda memakaikan baju dan popoknya.


Menidurkan
Waktu tidur bayi berbeda-beda. Rata-rata bayi baru lahir akan bangun selama 6-8 jam setiap 24 jam, dan biasanya tidur di siang hari 3-5 jam.

Menangis
Menangis adalah cara bayi Anda memberitahu kebutuhannya. Secara bertahap, Anda akan belajar membedakan tangisannya. Antara tangisan lapar atau lelah. Dengan demikian Anda bisa memberikan perawatan bayi dengan benar. Bila tidak berhenti juga, cobalah untuk menghubungi dokter Anda.


Bayi


Pernahkah Anda membayangkan, betapa banyak hal menakjubkan dari bayi? Jika Anda sebagai orang tua yang pernah memiliki bayi, mungkin Anda akan memiliki pengalaman ajaib tersendiri. Bagi yang belum memiliki, mungkin Anda bisa merasakan dari bayi yang ada di sekitar Anda. Betapa membahagiakan mendengarkan tangisnya untuk pertama kali. Apalagi jika yang Anda dengar adalah tangis bayi Anda sendiri.

Sebagai ibu, kehadiran bayi akan membuat Anda tidak pernah sama. Anda akan selalu mengutamakan bayi Anda di atas siapapun, Anda akan mengambil lebih sedikit untuk diri sendiri dan memberi lebih banyak padanya. Anda pun akan mencoba menjadi orang yang lebih baik untuk memberi contoh baginya.

Mungkin Anda merasa capek merawat bayi Anda seharian. Namun cobalah untuk mengamati pada saat dia tidur pada malam hari. Maka Anda akan terlupa akan letih yang Anda rasakan..Ketika Anda menggendongnya, maka Anda akan merasa besar, kuat, penting, bertanggungjawab, dan benar benar merasa dibutuhkan. Kehadirannya bisa jadi membuat Anda merindukan waktu untuk diri sendiri, Hingga ketika akhirnya waktu itu ada, Anda justru segera menginginkan bayi Anda lagi.

Betapa tidak, tatapan seorang bayi akan mengingatkan bahwa Anda mempunyai jiwa dan bayi itu telah menemukannya. Suara tawa bayi adalah obat manjur untuk stress. Senyuman seorang bayi bisa membuat Anda terlupa dengan segala rencana. Bahkan ketika Anda mengingat kembali rencana Anda, maka Anda akan merasa rencana tersebut sudah tidak penting lagi.

Bayi Anda adalah tantangan bagi Anda, sehingga Anda harus mengeluarkan kemampuan terbaik Anda untuknya. Ketika Anda harus memandikan bayi Anda pertama kali, mungkin inilah salah satu hal paling berani yang pernah Anda lakukan.

Namun ingatlah juga, betapa bayi Anda sangat pemaaf, Mereka akan dengan senang hati mendengar Anda menyanyi, meskipun suara Anda sumbang. Mereka akan tertawa mendengar lelucon dan gurauan Anda, meski berapa kali Anda mengulanginya.

Bayi dibungkus dengan semua harapan dan impian Anda, namun Anda harus melonggarkan bungkusan itu agar mereka punya tempat untuk tumbuh. Anda tidak perlu membandingkan bayi Anda dengan siapapun. Apapun yang cocok untuk bayi teman Anda, belum tentu cocok untuk bayi Anda. Mereka memilliki keunikan tersendiri.

Bayi Anda tidak memerlukan Anda menjadi sempurna, mereka hanya perlu keberadaan Anda. Pada saat inilah Anda akan mengerti dan memahami apa yang diberikan oleh orang tua Anda kepada Anda dahulu.

Tuesday, July 13, 2010

Sweet Potato Facts and Baby Food Recipes -


The Goodness of Sweet Potatoes for Baby:



The nutritional value of yams/sweet potatoes cannot be ignored. They are high in Vitamin A and beta carotene as well as potassium. They also contain a good amount of Vitamin E, calcium and folate.



"The Nutrition Action Health Letter rated 58 vegetables by adding up the percentages of USRDA for six nutrients (Vitamins A and C, folate, iron, copper, and calcium), plus fiber. Sweet Potatoes topped the list with a whopping 582 points; its nearest competitor, a raw carrot came in at 434."˚




Sweet Potatoes (1 medium baked)

VITAMINS:


Vitamin A - 24,877 mg
Vitamin C - 28.0 mg
Pantothenic Acid - .74 mg
Niacin - .69 mg
Folate - 26.2 mcg


Contains some other vitamins in small amounts.



MINERALS:


Potassium - 273 mg
Phosphorus - 29.5 mg
Magnesium - 13.5 mg
Calcium - 6.2 mg
Sodium - 11.0 mg
Iron - .55 mg
Selenium - .5 mg
Manganese - .6 mg
Zinc - .3 mg

When can I introduce Sweet Potatoes to my baby?



These wonderful vegetables are a great first baby foods,(even for the early solid food starter) for baby as they are packed full of nutrients, highly palatable and due to their fiber content, help digestive tract and bowel health.


What is the difference between a Yam and a Sweet Potato?


So is it a Yam or is it a Sweet Potato? In the United States, Yams and Sweet Potatoes are one and the same and the terms are used interchangeably for the same vegetable. The word "yam" originates from the African word "nyami" which is a starchy root. True yams are tubers. They are found in Africa and the Caribbean and sometimes in Europe. True yams can grow up to 100 pounds and attain a length of seven feet. Sweet potatoes are "storage roots" and seldom grow to be larger than 2 pound each. Sweet potatoes are in the Morning Glory family and Yams are in their own Yam family. There is a clear difference between the two species and they are not even remotely related.

The difference between Yams and Sweet Potatoes in the United States is only in the labeling, the color, the texture and the marketing. What is referred to as a "yam" in the Unites States is the darker reddish skinned, orange fleshed sweet potato. It is typically more sweet and moist. The term "yam" that has been applied to this type of sweet potato was coined by those in the Southern part of the United States. Throughout the South, "yams" are the most commonly used of the sweet potato varietals.



What is referred to as Sweet Potato on the other hand, is the lighter, brownish skinned type. This variety is more dry and starchy than the "yam' and is not as sweet. It also resembles the texture of regular white potatoes.



How to select and store sweet potatoes for baby food



When selecting yams/sweet potatoes for homemade baby food, make sure to select those that are unbruised and without brown or soft spots.

For proper storage, be sure to keep them in a cool, dark, dry area. Yams/Sweet Potatoes may be kept for up to two weeks. Do NOT refrigerate sweet potatoes.


hint White or Light colored Sweet Potatoes are more dry and not as tasty as the orange colored sweet potatoes.


As with most cooked foods, they may be kept refrigerated for 2 to 3 days after being cooked. Sweet potatoes freeze well.

The best way to cook Sweet Potatoes for Baby Food



Baking sweet potatoes is the very best way to cook them.

orange baby
Baby Turning Orange?

Learn More



Baking sweet potatoes, especially for baby food, brings out their natural sweetness and good flavor while retaining the most nutrients. You may also peel and cube then steam or boil sweet potatoes if you prefer.


A Few Sweet Potato Baby Food Recipes

Sweet Potato (Yam) Baby Food Puree Recipe
(4)6 months +

Baking Sweet Potatoes for Baby Food:

1. Wash and poke holes in sweet potato with fork then wrap sweet potatoes in tin foil - do not peel for baking/microwaving.
2. Place in a 400 degree oven and bake for 30-60 minutes or until soft
3. Remove skins by slitting the sweet potato lengthwise when cooled then scoop out the "meat". Use a liquid from your preferred source to puree or thin the sweet potatoes.



Boiling/Steaming Sweet Potatoes for Baby Food:

1. Peel sweet potatoes and cut into small chunks
2. Place chunks into a pan with just enough water to slightly cover potato
3. "Steam" boil until tender, be sure to check on the water level.
4. Reserve any left over water to use for thinning out the sweet potatoes if desired.



Microwave Sweet Potatoes: (we prefer to not use a microwave for cooking)

1. Wet and wrap sweet potatoes with microwave safe plastic wrap.
NOTE! You can skip the plastic wrap and simply wet the sweet potatoes and move to #2!*
2. Poke holes in the wrap with a fork and microwave for 10 minutes or until done.
3. Remove skins by slitting the sweet potato lengthwise when cooled then scoop out the "meat". Use a liquid from your preferred source to puree or thin the sweet potatoes.

Place cooked sweet potatoes into your choice of appliance for pureeing and begin pureeing.
Add the reserved water or other liquid as necessary to achieve a smooth, thin consistency



divider



Sweet Potato Apple Mash (4)6 months +



1. Steam or bake apples and sweet potatoes together until tender.
2. Puree as needed, adding water to thin if required.
3. You may also chop or dice for a finger food salad.



divider



Sweet Potatoes and Squash (4)6 months +

1. Steam or bake squash (winter) and sweet potatoes together until tender.
2. Puree as needed, adding water to thin if required.
3. You may also chop or dice for a finger food salad

Easy Homemade Baby Food & Baby Food Recipes - Tasty, Nutritious & Full of Love for your Baby



Welcome to http://sweetbabycollection.blogspot.com/ and our Homemade Baby Food Recipes & Introducing Solid Food Guide. Our Homemade Baby Food Recipes site is 100% FREE, easy to use and we have a Baby Food Blog too.

It really is easy and rewarding (economical & eco-friendly too!) to make your baby fresh homemade food! Try our homemade baby food recipes ranging from easy-peasy simple baby food puree recipes to advanced baby table food recipes. Dig in to our simple homemade baby food recipes as well as solid food and weaning information. Learn all the reasons why you should make your baby's food naturally fresh and delicious homemade baby food.

Avocado for Your Baby - Age for Avocado Introduction to Baby:
(4)6-8 Months Old


Avocado makes a great first food for baby due to its texture and creaminess as well as its high nutrient content.



Avocados are often called one of nature's perfect foods because they are said to contain everything a person needs to survive.



A wonderful "good fat" food for baby's brain and physical development, try an avocado as baby's first food instead of refined cereals.



"Sodium- and cholesterol- free, avocados contain valuable nutrients including 8% of the recommended Daily Value (DV) for folate; 4% DV for fiber and potassium, 4% DV for vitamin E; and 2% DV for iron. A serving of avocado also contains 81 micrograms of the carotenoid lutein and 19 micrograms of beta-carotene. Per serving, avocados have 3.5 grams of unsaturated fats, which are known to be important for normal growth and development of the central nervous system and brain." http://www.avocado.org/healthy_living/nutrition.php


Nutrients in Avocados

VITAMINS: (one cup pureed)


Vitamin A - 338 IU
Vitamin C - 20.2 mg
Vitamin B1 (thiamine) - .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .3 mg
Niacin - 3.9 mg
Folate - 205 mg
Pantothenic Acid - 3.3 mg
Vitamin B6 - .6 mg


Contains some other vitamins in small amounts.


MINERALS: (one medium)


Potassium - 1166 mg
Phosphorus - 124 mg
Magnesium - 67 mg
Calcium - 30 mg
Sodium - 18 mg
Iron - 1.4 mg


Also contains small amounts of selenium, manganese, copper and zinc.